Brammy Welang
Brammy Welang
kimtan

Search In Blog

Huibert Kaligis


Secarik puisi dari Brammy buat Opa Bert.

Dalam suatu kenangan yang terindah,
kau telah memaknai hidupku dengan nasihat,
kau telah memberikanku jalan disaat aku membutuhkanmu,
kau menasihatiku disat aku memerlukanmu.

Tapi, mengapa air mataku ini jatuh pada saat engkau telah menutup matamu,
mengapa air mataku ini tidak jatuh pada saat engkau menggenggam tanganku,
pada saat engkau menggengam, pada saat engkau merangkulku,
apakah aku ini, apakah aku ini yang menangis pada saat keheningan ini.

Penyesalan, itu kah kata yang saat ini ada dibenakku,
apakah aku sudah, apakah aku sudah pernah membahagiakanmu ?
aku ingin bertanya padamu apakah aku sudah pernah membahagiakanmu ?

Semua kebaikan darimu akan kusimpan dalam ingatanku,
dan semua nasihatmu yang kau berikan padaku akan aku lakukan,
meskipun kau sudah tidak ada lagi,
aku akan selalu mengingat, aku akan selalu mengingat terus senyummu itu,
karena senyummu itu bisa memberikan aku semangat,
bisa memberikan aku semangat sehingga aku bisa berjuang,
sehingga aku bisa menggapai cita-citaku,
dan aku akan bisa terus mengenangmu sampai akhir hayatku.

Terima kasih Opa.

Kamar Tidurku, Tember, 10 Oktober 2009.

#2009