Brammy Welang
Brammy Welang
kimtan

Search In Blog

Ipoy dan Pemuda Lansia


Dulu, waktu masih kecil, ada momen ikut Papi Ipoy pergi lihat sawah. Berjalan di belakangnya menyusuri litir yang kecil itu, tanpa pernah berpikir bahwa suatu hari momen sederhana itu akan menjadi sesuatu yang begitu dirindukan. Waktu kemudian membawa saya pergi kuliah, kerja, hingga menjalani kehidupan di perantauan. Tanpa disadari, tahun demi tahun berlalu, dan kebersamaan itu perlahan tinggal sebagai kenangan.

Hari ini, saya pulang kampung dari Papua ke Tember, kembali menemani Papi Ipoy ke sawah di suatu sore. Tidak ada percakapan yang istimewa. Hanya langkah kami berdua, dengan hamparan padi yang bergoyang diterpa angin, dan matahari yang perlahan turun. Namun di tengah kesunyian itu, saya melihat sesuatu yang dulu tidak pernah saya sadari, Papi Ipoy tidak lagi semuda yang saya ingat. Waktu yang selama ini memisahkan kami, ternyata diam-diam juga mengambil sebagian dari dirinya.

Saat senja mulai menghilang, ada perasaan yang sulit dijelaskan. Saya tidak tahu apakah akan ada sore lain seperti ini, berjalan berdampingan di sawah yang sama, bersama orang yang sama. Semoga, sore ini bukan menjadi sore yang terakhir buat kami.

#tember#ipoy#2022