Menua dan Merindu
Setahun sudah Papi pergi.
Bagiku, kepergian Papi berarti kehilangan seorang ayah. Bagi Mami, kepergian Papi berarti kehilangan separuh jiwanya, seseorang yang selama puluhan tahun menjadi teman hidup, teman pulang dan teman bercerita. 14 September tidak akan pernah sama lagi, hari yang dirayakan sebagai hari ulang tahunnya, menjadi hari yang akan diingat ketika Ia mengantar separuh hidupnya ke tempat peristirahatan terakhir.
Setahun sudah Mami menjalani hari seorang diri. Mungkin masih ada malam ketika Ia berharap mendengar suara Papi, atau ketika Ia melihat jas dan dasi di lemari yang pernah Papi pakai, ataupun motor Vespa jaman pacaran dulu yang masih terparkir rapi di belakang rumah. Dulu semua itu terasa biasa, tetapi sekarang hal biasa ini menjadi pengingat yang paling berharga.
Ia selalu mendoakan setiap langkahku, tidak pernah sekalipun menyusahkan. Bahkan ada begitu banyak hal yang Ia simpan sendiri, termasuk harapan yang sampai hari ini belum mampu kuberikan, maaf. Semakin Ia menua semakin kutakut, ternyata musuhku bukanlah manusia lain, tetapi usia seorang Ibu.
Rambutnya yang perlahan memutih, langkahnya yang tak lagi sekuat dulu, keriputnya yang jelas semakin nyata di wajah seakan menjadi pengingat bahwa waktu terus mengambilnya sedikit demi sedikit. Diri ini terlalu bodoh mengejar dunia, sampai lupa bahwa di saat yang sama Ia juga sedang menua. Sungguh menyedihkan hingga hari ini belum bisa menjadi anak yang diharapkan dan diimpikan. Namun, di antara semuanya itu, semoga Mami tahu bahwa satu hal yang tidak pernah berkurang, rasa sayang dan hormat pada dirimu.
Selama Tuhan masih memberi waktu, diri ini ingin lebih sering pulang, ingin lebih sering duduk di sampingnya, ingin lebih sering mendengar cerita-ceritanya, bahkan cerita yang mungkin sudah berkali-kali didengar. Rindu membuat lebih banyak kenangan bersamanya, menikmati lebih banyak waktu yang masih Tuhan izinkan, sebelum suatu hari nanti kenangan menjadi satu-satunya yang kupunya.
Semoga Tuhan memberimu umur yang panjang dan hati yang selalu menemukan banyak alasan untuk tersenyum. Jika suatu hari dirimu merasa kesepian, ingat satu hal, ada Brammy yang selalu menjadi anakmu. Selamat ulang tahun, Mami.
#rev#2026