Brammy Welang
Brammy Welang
kimtan

Search In Blog

Give up on your dream and die

Give up on your dream and die


Ada masa ketika sebuah mimpi terasa begitu dekat. Berjalan dengan idealisme yang nyaris tanpa jeda, percaya setiap error bisa diselesaikan, setiap bug bisa ditemukan dengan menelusuri baris demi baris kode. Menikmati sunyi di balik layar, proses debugging yang panjang, dan kepuasan sederhana saat semuanya running dengan sempurna.

Namun tubuh pun punya sistemnya sendiri. Ketika mata mulai menyerah dan pandangan tak lagi setajam dulu, layar yang dahulu terasa seperti ruang kreasi perlahan berubah menjadi batas yang tak bisa diabaikan. Awalnya mencoba bertahan, menganggap semuanya hanya fase yang akan berlalu. Tetapi ada saat ketika kita harus jujur pada diri sendiri bahwa tidak semua hal bisa dipaksakan, bahkan untuk sesuatu yang pernah begitu kita dambakan.

Menerima limitasi terasa seperti menghentikan program yang belum selesai. Rasanya berat, karena ada bagian dari diri yang harus ditinggalkan di tengah jalan. Namun tidak semua mimpi harus berakhir sesuai keinginan. Kadang ia hanya perlu dijalankan dengan konfigurasi yang berbeda, agar kita tetap bisa melangkah tanpa melukai diri sendiri.

#2019